Lompat ke isi halaman
Eco Enzyme NusantaraKab. Lampung Timur

Gerakan warga Kabupaten Lampung Timur

Sampah dapur bisa jadi cairan serba guna

Namanya eco enzyme. Cuma dari kulit buah, gula merah, dan air. Bisa dipakai untuk mengepel lantai, mencuci piring, menyuburkan tanaman, sampai menjernihkan air — dan membantu Bumi jadi lebih sehat.

Bisa dibaca anak-anak sampai kakek-nenek. Butuh huruf lebih besar? Tekan tombol A di pojok atas.

Logo Eco Enzyme Nusantara Kabupaten Lampung Timur

Resepnya cuma satuHafalkan angka ini: 1 – 3 – 10

  • 1bagian gula merahatau molase (tetes tebu)
  • 3bagian sisa buah & sayurkulit buah, potongan sayur mentah
  • 10bagian air bersihair sumur, air hujan, atau air keran

Diamkan 90 hari 🕒 lalu panen

Kenalan dulu

Jadi, eco enzyme itu apa?

Bayangkan seperti membuat asinan, tapi bukan untuk dimakan. Sisa buah dan sayur dicampur gula dan air, lalu didiamkan 90 hari di wadah tertutup. Mikroba bekerja dan menghasilkan cairan kaya enzim yang serba guna.

Sampah jadi berguna

Kulit buah dan potongan sayur yang biasanya dibuang berubah jadi cairan yang dipakai setiap hari di rumah.

Aman & murah

Bahan-bahannya ada di dapur. Tidak perlu bahan kimia, dan pengeluaran bulanan rumah tangga ikut hemat.

Bumi ikut sehat

Sampah organik tidak menumpuk di TPA, sehingga gas metana penyebab pemanasan global berkurang.

Kenapa ini penting

Tiga angka yang perlu kita tahu

60 %

Sampah yang menumpuk di TPA adalah sampah organik — sisa dapur kita

21 ×

Gas metana dari sampah busuk memerangkap panas 21 kali lebih kuat dari CO₂

10 pohon

Satu tong eco enzyme diperkirakan setara manfaat 10 pohon bagi udara

Bukan sekadar teori

Tahun 2005, TPA Leuwigajah di Bandung meledak akibat gas dari sampah organik. Kejadian itu menghilangkan 157 nyawa, 137 rumah, dan 2 desa. Mengelola sampah dapur sendiri di rumah adalah cara paling sederhana untuk ikut mencegah hal seperti itu terulang.

Gampang kok

Cukup 3 langkah, lalu tunggu

Tidak perlu alat mahal. Wadah plastik bertutup, timbangan, dan pisau sudah cukup.

  1. 1

    Campur

    Masukkan air 60% dari isi wadah, tambahkan gula 10% dari berat air, lalu potongan sisa buah/sayur 30% dari berat air.

  2. 2

    Tutup & tunggu

    Tutup rapat, beri label tanggal. Aduk di minggu ke-1, periksa di minggu ke-3, lalu jangan dibuka lagi setelah 30 hari.

  3. 3

    Panen

    Setelah 90 hari, saring dan simpan cairannya di botol tertutup. Eco enzyme tidak punya tanggal kedaluwarsa.

Buka panduan + kalkulator takaran

Bingung menghitung? Kalkulator kami yang menghitung untuk Anda.

Sudah jadi, lalu dipakai apa?

Satu botol untuk banyak keperluan

Eco enzyme hampir selalu diencerkan dulu dengan air. Takarannya berbeda-beda menurut keperluan.

Cuci & bersih-bersih

Cuci piring, cuci pakaian, pel lantai, dan bersihkan kloset tanpa pembersih kimia.

Kebun & sawah

Pupuk organik dan pengendali hama alami dengan takaran 1 : 1.000.

Udara lebih segar

Disemprotkan sebagai penjernih udara alami di dalam ruangan.

Air & selokan

Membantu mengurangi bau selokan dan memperbaiki kualitas air kolam.

Merendam sayur

2 sendok makan per 1 liter air, rendam 45 menit untuk meluruhkan sisa pestisida.

Ampasnya pun berguna

Bisa jadi pupuk, campuran kompos, pengharum, atau pembersih saluran air.

Mulai dari dapur Anda sendiri

Tidak perlu menunggu program besar. Satu ember di dapur, sisa kulit buah hari ini, dan 90 hari kesabaran — itu sudah menjadi sumbangan nyata untuk Lampung Timur.